Jumat, 24 Februari 2012

PERKEMBANGAN SEJARAH SENI RUPA INDONESIA

PEMBABAKAN SENI RUPA MODERN INDONESIA:
1. Masa Perintisan (1817-1880)
2. Masa Indonesia Jelita ( Indie Mooi )
3. Masa Cita Nasional
4. Masa Pendudukan Jepang
5. Masa Setelah Kemerdekaan
6. Masa Pendidikan Formal
7. Masa Seni Rupa Baru Indonesia

MASA PERINTISAN
Raden Saleh Syarif Bustaman ( Terbaya, 1814 -1880 ), putra
keluarga bangsawan pribumi mampu melukis gaya/cara barat (alat,
media dan teknik) yang natural dan romantis. Mendapat bimbingan
dari pelukis Belgia Antonio Payen, pelukis Belanda A. Schelfhouf dan
C. Kruseman di Den Haag. Berkeliling dan pernah tinggal di Negara-
Negara Eropa.
Karya Raden Saleh:
• Hutan terbkar
• Perkelahian antara hidup dan mati
• Pangeran Diponegoro
• Berburu Banteng di Jawa
• Potret para Bangsawan
Ciri-ciri karya lukisan Raden Saleh :
• Bergaya natural dan romantisme
• Kuat dalam melukis potret dan binatang
• Pengaruh romantisme Eropa terutama dari Delacroix.
• Pengamatan yang sangat baik pada alam maupun binatang.
Karya Raden Saleh???

MASA INDONESIA JELITA (INDIE MOOI)
Selanjutnya muncul pelukis-pelukis muda yang memiliki konsep
berbeda dengan masa perintisan, yaitu melukis keindahan dan
keelokan alam Indonesia. Keadaan ini ditandai pula dengan
datangnya para pelukis luar/barat atau sebagian ada yang
menetap dan melukis keindahan alam Indonesia.
Ciri-ciri lukisan :
• Pengambilan obyek alam yang indah
• Tidak mencerminkan nilai-nilai jiwa merdeka
• Kemahiran teknik melukis tidak dibarengi dengan penonjolan
nilai spirituil
• Menonjolkan nada erotis dalam melukiskan manusia.
Pelukis Indonesia Molek :
• Abdullah Suriosubroto (1878-1941)
• Mas Pirngadi (1875-1936)
• Wakidi
• Basuki Abdullah
• Henk Ngantung, Lee Man Fong (dll)
• Rudolf Bonnet (Bld), Walter Spies (Bel), Romuldo Locatelli, Lee
Mayer (Jerman) dan W.G. Hofker.



MASA CITA NASIONAL
Bangkitanya kesadaran nasional yang dipelopori oleh Boedi Oetomo pada Th.1908. Seniman S. Sudjojono, Surono, Abd. Salam, Agus Djajasumita medirikan PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia). Perkumpulan pertama di Jakarta ini, berupaya mengimbangi lembaga kesenian asing Kunstring yang mampu menghimpun lukisan-lukisan bercorak modern. PERSAGI berupaya mencari dan menggali nilai-nilai yang mencerminkan kepribadian Indonesia yang sebenarnya.

MASA PENDUDUKAN JEPANG
1. Cita PERSAGI masih melekat pada para pelukis, serta menyadari pentingnya
seni lukis untuk kepentingan revolusi.
2. Pemerintah Jepang mendirikan KEIMIN BUNKA SHIDOSO, Lembaga Kesenian Indonesia – Jepang ini pada dasarnya lebih mengarah pada kegiatan propaganda Jepang.
3. Tahun 1943 berdiri PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) oleh Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH Mansur. Tujuannya memperhatikan dan memperkuat perkembangan seni dan budaya. Khusus dalam seni lukis dikelola oleh S. Sudjojono dan Afandi, selanjutnya bergabung pelukis Hendara, Sudarso, Barli, Wahdi dan sebagainya.
Tokoh utama pada masa ini antara lain:
• S. Sudjojono
• Basuki Abdullah, Emiria Surnasa
• Agus Djajasumita, Barli
• Affandi, Hendra dan lain-lain


MASA SETELAH KEMERDEKAAN
Setelah Jepang keluar dari bumi Indonesia, dunia seni lukis mendapatkan angin segar. Masa kemerdekaan benar-benar mendapatkan kebebasan yang sesungguhnya. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai kelompok atau perkumpulan seniman, yaitu antara lain :
Pada tahun 1950 di Bandung berdiri Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar yang dipelopori oleh Prof. Syafei Sumarja dibantu oleh Muhtar Apin, Ahmad Sadali, Sudjoko, Edi Kanta Subraka dan lain-lain.
Pada tahun 1946 berdiri SIM (Seniman Indonesia Muda) yang sebelumnya bernama “Seniman masyarakat”. Dipimpin oleh S. Sudjojono, anggotanya : Affandi, Sudarso, Gunawan, Abdus Salam, Trubus dan sebagainya.
Pada tahun 1947 berdiri perkumpulan pelukis rakyat yang dipimpin oleh Affandi dan Hendra yang keluar dari perkumpulan SIM. Anggota dari pelukis rakyat antara lain : Hendra, Sasongko, Kusnadi dan sebagainya.
Pada tahun 1948 berdiri perkumpulan yang memberikan kursus menggambar, yaitu
Prabangkara. Selanjutnya para tokoh SIM, Pelukis rakyat dkk. merumuskan pendirian lembaga pendidikan Akademi Seni Rupa. Tokoh perintisan lembaga tersebut antara lain S. Sudjojono, Hendra Gunawan, Djayengasmoro, Kusnadi, Sindusisworo dan lain-lain.

MASA PENDIDIKAN FORMAL
Kesenian yang diciptakan berlandaskan pada konsep :
• Tidak membeda-bedakan disiplin seni
• Mengutamakan ekspresi
• Menghilangkan sikap mengkhususkan cipta seni tertentu
• Mengedepankan kreatifitas dan serta ide baru
• Besifat eksprimental
Pelopor Masa Indonesia Baru :
• Jim Supangkat,
• Nyoman Nuarta,
• S. Primka,
• Dede Eri Supria,
• Redha Sorana dan sebagainya.

Berikut ini adalah pelukis indonesia dan karyanya :
RADEN SALEH

Lukisan "PENANGKAPAN DIPONEGORO" karya Raden Saleh, dibuat tahun 1857. Diambil dari www.papario2.wordpress.com/2008/12/raden-sa...


Lukisan di atas adalah karya pelukis legendaris Indonesia, Raden Saleh Sjarief Bustaman, yang berjudul"DIE LOWENJAGD" tahun 1840. Pada tanggal 18Nopember 2005 di Cologne (Jerman) lukisan tersebut laku terjual 805.000,- Euro (atau sekitar 11,77 milyar rupiah). Gambar diambil dari www.iwandahnial.files.wordpress.com/2008/05/raden...


Lukisan penaklukan diponegoro karya seorang pelukis belanda, n. Pieneman. Dibuat beberapa tahun sebelum raden saleh membuat versinya yang merupakan kritikan dan diberi judul penangkapan diponegoro. Lukisan raden saleh tersebut, dengan tampilan yang baik, sulit sekali untuk didapat. [ sumber: n. Pieneman, rijksmuseum amsterdam
Gambar diambil dari www.bataviase.files.wordpress.com/2007/05/dipo.jpg
Bahan dan alat yang digunakan berupa cat dan kanvas


ABDULLAH SR

Judul: repro Abdullah Sr(dataran tinggi )(1878-1941)ukuran:60x125cmmedia:oil on canvas diambil dari http://paylam10.blogspot.com/2010/03/j-judul-repro-abdullah-srdataran-tinggi.html


“Landscape” Oil on canvas (1878-1941)75 x 150 cm http://ohd-artmuseum.blogspot.com/


The Days end mount, Lukisan cat minyak (1878-1941)
Http://file.upi.edu/direktori/fpbs/jur._pend._seni_rupa/196506181992031-hery_santosa/apresiasi_seni_rupa_modern_indonesia.pdf



WAKIDI


Danau Singkarak, 1942, cat air
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf



Mountain Landscape, cat minyak diatas kanvas
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf


Alam desa Minangkabau, cat minyak diatas kanvas
http://fridel-pencarianbangsamim.blogspot.com/2011/03/lukisan-wakidi.html



S.SUDJOJONO


Di depan Kelambu terrbuka, 1939,86x66cm
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf


Kawan-KawaN Revolusi, 1947,cat minyak diatas kanvas, 95x149cm
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf



Mengungsi. 1947, cat minyak di atas kanvas
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf


AGUS DJAJA. S



Laki-laki Bali dan Ayam Jago, 1958, cat minyak di atas canvas
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf

Sri Lanka lady standing, Bali, 1963, 111,5 x 146 cm
http://penandjazz.wordpress.com/2012/01/15/agus-djaya/


AFFANDI



Pengemis, Cat minyak diatas kanvas, 1974,99x129 cm
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf


Self Portrait On Kusamba Beach, 1983 149,5 X 130.0 Cm
Http://File.Upi.Edu/Direktori/Fpbs/Jur._Pend._Seni_Rupa/196506181992031-Hery_Santosa/Apresiasi_Seni_Rupa_Modern_Indonesia.Pdf


(1907-1990)“Chinese Temple In Jogja”, 1966 Oil on canvas 97,5 x 125,5 cm http://ohd-artmuseum.blogspot.com/


DEDE ERI SUPRIA


Oil canvas, 120x110 cm, 2006 http://www.denindoauctionhouse.com/home/axc01/html/artis_denindo_auction_14maret09.htm


Mencoba untuk tumbuh Medium acrylic on canvas Size 68.9 x 80.7 in. / 175 x 205 cm.April 8, 2008


Lukisan Etos Kerja http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/376

BASOEKI ABDULLAH


Lukisan "Kakak dan Adik" karya Basoeki Abdullah (1978). Kini disimpan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah


Lukisan "Balinese Beauty" karya Basoeki Abdullah yang terjual di tempat pelelangan Christie's di Singapura pada tahun 1996.
http://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah


Pelukis: Basuki Abdullah Judul : " Wanita Jawa " Ukuran : 125cm X 80cm Media : Oil on Canvas Tahun Karya: 1957

HENDRA GUNAWAN


Pasar Ikan di Pinggir Pantai, karya Hendra Gunawan, diambil dari http://ilukmana.blogspot.com/search/label/Hendra%20Gunawan


Keluarga Pemusik, 1971, cat minyak diatas canvas,150x90cm
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf


Proses Jual Beli di Pasar Tradisional, lukis hasil karya Hendra Gunawan, diambil dari http://ilukmana.blogspot.com/search/label/Hendra%20Gunawan

I NYOMAN NUARTA


I NYOMAN NUARTA (B. 1951) "Businessman", 2000 Polyester resin 70 x 28 x 132 cm


Rongga
http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._SENI_RUPA/196506181992031-HERY_SANTOSA/APRESIASI_SENI_RUPA_MODERN_INDONESIA.pdf



Seni Patung karya Nyoman Nuarta
http://sumberilmu.info/2011/12/22/apresiasi-karya-seni-rupa-modernkontemporer-indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Fashion Trend © 2011 | All Rights Reserved | About | Privacy Policy | Contact | Sitemap